KIAT SENI (KONSELING PIJAT DAN SENAM BAYI)

KIAT SENI (KONSELING PIJAT DAN SENAM BAYI)

Permasalahan utama yang melatarbelakangi Inovasi KIAT SENI, yaitu jumlah kasus bayi baru lahir (BBL) dengan
BBLR yang masih mengalami peningkatan setiap tahunnya. Walaupun berbagai upaya pencegahan dari Puskesmas
sudah dilaksanakan mulai sejak masa remaja, pra nikah, sampai masa kehamilan. Oleh karena itu, perlu dilakukan
penatalaksanaan sedini mungkin terhadap BBLR agar tidak berlanjut menjadi kasus balita dengan gizi kurang atau
gizi buruk yang menjadi pemicu awal terjadinya kasus stunting. Selain dengan menerapkan metode Kangguru oleh
orang tua bayi, sentuhan atau stimulasi sedini mungkin juga dapat memberikan perubahan positif bagi tumbuh
kembang bayi. Salah satunya dengan Pijat dan Senam Bayi yang akan memberikan hasil maksimal apabila
dilakukan oleh orang tua bayi itu sendiri.
KIAT SENI (Konseling Pijat dan Senam Bayi) merupakan inovasi yang memberdayakan peran serta orang tua
khususnya Ibu bayi sendiri untuk lebih fokus dalam perawatan bayinya di usia 6 bulan pertama. Dengan adanya
bonding attachment antara ibu dan bayi dapat menurunkan kejadian depresi post partum. Karena dengan sentuhan
langsung dari tangan ibu dapat menstimulasi perkembangan motorik dan sensorik bayi secara maksimal. Ibu jadi
merasa bangga bahwa dirinya berhasil dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu. Dahulu hanya petugas
kesehatan seperti Dokter, Perawat, dan Bidan yang mempunyai peran dominan, sekarang kita melibatkan orang tua
khususnya ibu untuk juga mengambil peran dalam meningkatkan derajat kesehatan bayinya.
Inovasi ini merupakan modifikasi dari pelayanan Baby Spa. Perbedaannya, dalam Baby Spa petugas kesehatan
memiliki peran lebih dominan pada saat pelaksanaan pijat dan senam bayi serta lebih mengharapkan inisiatif ibu
yang sudah mengetahui untuk datang ke klinik Baby Spa. Sedangkan pada pelayanan KIAT SENI, petugas yang aktif
memberikan konseling serta membimbing dan melakukan evaluasi kepada ibu tentang pelaksanaan pijat dan
senam bayi di rumah.
Teknik pelaksanaan pijat bayi di rumah dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Pemijatan pada bayi baru lahir
dilakukan dengan sentuhan lembut terlebih dahulu. Tekanan pemijatan dapat ditingkatkan setelah bayi sudah mulai
menyesuaikan diri terhadap pemijatan. Bayi akan mendapat keuntungan lebih besar bila pemijatan dilakukan tiap
hari sampai usia enam sampai tujuh bulan. Pemijatan dapat dilakukan pagi hari sebelum mandi, bisa juga pemijatan
dilakukan malam hari sebelum bayi tidur sehingga bayi dapat tidur lebih lelap. Tindakan pijat dikurangi seiring
dengan bertambahnya usia bayi. Menginjak usia enam bulan pemijatan dua hari sekali sudah memadai. Total waktu
pemijatan disarankan 15 menit. Urutan pemijatan bayi dianjurkan dimulai dari bagian tungkai, kaki, lengan, tangan,
perut, dada, muka, dan diakhiri bagian punggung.
Inovasi KIAT SENI memiliki dampak positif khususnya pada kelompok bayi usia 0-6 bulan, dimana kelompok ini
termasuk kelompok usia awal yang rentan mengalami gagal tumbuh kembang atau stunting. Inovasi KIAT SENI
dapat dijadikan salah satu usaha/metode untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi stunting. Di
samping asupan nutrisi (ASI) yang memegang peranan cukup penting , stimulasi tumbuh kembang juga memiliki
peranan yang tidak kalah pentingnya. Apabila ASI cukup, namun bayi merasa tidak nyaman, maka proses menyusui
dan tidur bayipun dapat terganggu. Pijat dan senam bayi dapat mengatasi permasalahan rasa tidak nyaman bayi
yang biasanya diakibatkan oleh perut kembung, konstipasi, atau permasalahan pada sendi akibat salah posisi
menyusui atau cara menggendong bayi. Apabila pijat dan senam bayi diberikan sedini mungkin sejak baru lahir,
khususnya pada BBL dengan BBLR, maka permasalahan tersebut dapat dicegah sebelum terjadi. Sehingga
pertumbuhan dan perkembangan bayi mendapatkan hasil yang maksimal.

Leave a Reply