Inovasi Daerah Pencegahan Covid-19 Pada Sektor Hotel (Golden Palace Hotel Mataram Lombok)

Inovasi Daerah Pencegahan Covid-19 Pada Sektor Hotel (Golden Palace Hotel Mataram Lombok)

Penyebaran Covid-19 yang kian masih dalam kurun waktu 3 bulan terakhir sangat memukul sendi perekonomian
bangsa. Sejak terdeteksi menyebar di Indonesia awal tahun 2020, tidak pelak Pemerintah Pusat dan Daerah harus
bahu membahu meningkatkan kedisiplinan di bidang kesehatan terutama untuk memutus mata rantai penyebaran
virus ini.
Salah satunya yakni penerapan protokol kesehatan Covid – 19 secara ketat seperti pelarangan berkumpul ditempat
keramaian, menutup fasilitas sosial, keagamaan, ekonomi dan dengan menerapkan pembatasan di seluruh aspek
tatanan kemasyarakat.
Hal ini tentu menjadi suatu hal yang tidak mudah. Melakukan penyesuaian di seluruh aspek kehidupan menjadi
suatu tantangan bagi setiap individu. Menghadapi suatu keadaan yang disebut dengan Normal Baru menjadi
keharusan agar seluruh aspek kehidupan kembali berjalan normal dengan tatanan yang baru.
Salah satu industri atau sektor yang sangat terdampak yakni sektor pariwisata yang menjadi lumbung pendapatan
Negara di sektor jasa. Industri turunan dari sektor ini seperti perhotelan, travel, rumah makan dan restoran turut
merasakan dampak dari pandemi Covid 19 ini. Tercatat di Kota Mataram lebih dari 10 Hotel berbintang yang
menutup aktifitas operasionalnya karena sepinya tamu.
Kini seluruh lini tengah berbenah. Perekonomian harus kembali bergerak dengan tatanan baru dan konsep baru di
sektor perhotelan yakni dengan tatanan normal baru. Penerapan standar atau Konsep Normal Baru dengan
menjadikan Hotel Golden Palace yang telah bersiap menyongsong era Normal Baru dengan memperhatikan seluruh
aspek atau elemen dari protokol kesehatan yang mutlak menjadi hak tamu untuk mendapatkan kenyamanan pada
saat menginap di Hotel.
Tatanan Normal Baru tersebut berupa :

  1. Melakukan pengecekan atau screening masker bagi setiap tamu yang akan masuk ke areal hotel.
  2. Tamu hotel dipersilakan untuk mencuci tangan sesuai dengan standard dan kemudian dilakukan pengecekan
    suhu tubuh.
  3. Koper atau barang bawaan tamu turut dilakukan sterilisasi guna memastikan higienitas barang atau benda
    yang akan dibawa masuk kedalam hotel.
  4. Seluruh petugas atau pelayanan hotel yang kontak langsung dengan tamu diwajibkan menggunakan Alat
    Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, masker, serta pelindung wajah (face shield) mulai dari security, bell
    boy, receptionist dan petugas cleaning service.
  5. Pihak hotel menyarankan agar transaksi dilakukan non tunai. Adapun apabila transaksi dilakukan secara tunai,
    pihak hotel menyediakan sarung tangan sekali pakai untuk digunakan bertransaksi tunai guna menghindari
    penyebaran virus melalui uang kertas.
  6. Memberikan batasan transparan antara petugas resepsionis dengan tamu agar menjaga jarak aman bagi kedua
    belah pihak.
  7. Secara rutin petugas terkait melakukan penyemprotan disinfektan di areal publik serta di fasilitas yang kerap
    bersentuhan dengan banyak orang seperti gagang lift, tombol lift, pegangan tangga, gagang pintu kamar dll.
  8. Mengatur jarak aman kursi lobby guna memastikan kenyamanan diantara para tamu yang akan menginap.
  9. Petugas housekeeping selalu menerapkan standar kebersihan dan kesehatan disetiap sudut kamar hotel.
  10. Manajemen hotel mendukung UMKM lokal di bidang konveksi atau fashion berupa masker kain motif atau
    corak lokal untuk diberikan kepada tamu sebagai compliment pada saat melakukan check in.

Leave a Reply