SEHATI (SENSUS HARIAN ELEKTRONIK)

SEHATI (SENSUS HARIAN ELEKTRONIK)

Pengelolaan sensus harian rawat inap dapat digunakan untuk mengetahui tingkat penggunaan tempat tidur atau
Bed Occupancy Rate (BOR), rata-rata lama dirawat atau Length Of Stay (LOS), Turn Over Interval (TOI), Bed Turn Over
(BTO), Net Death Rate (NDR), Grass Death Rate (GDR). Data-data tersebut berguna untuk pengambilan kebijakan
suatu rumah sakit, seperti untuk melihat tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur dan perencanaan ke depannya.
Selain itu, sensus harian rawat inap juga digunakan sebagai laporan eksternal rumah sakit untuk dikirim ke Dinas
Kesehatan, Badan Pusat Statistik dan instansi lainnya sehingga laporan tersebut harus cepat, tepat, dan akurat serta
dapat dipertanggungjawabkan.
Pada awalnya, sensus harian rawat inap dilakukan secara manual. Namun dalam implementasinya banyak kendala
yang dihadapi terutama dari segi waktu, tenaga, biay dan human error. Kondisi ini menyebabkan data hasil sensus
kurang akurat dan tidak real time. Dengan adanya permasalahan tersebut muncullah ide untuk membuat inovasi
sensus harian secara elektronik.
Sensus dilaksanakan setiap hari oleh petugas piket (perawat/bidan), petugas rekam medis, petugas SIM RS dan
kepala ruangan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan sensus harian elektronik adalah sebagai berikut :

  1. Mengisi menu sensus harian rawat inap di aplikasi SIM RS sesuai dengan kolom yang tersedia berdasarkan
    register pasien selama 24 jam menggunakan user masing-masing petugas yang pket malam.
  2. Menghubungi bagian SIM RS jika terdapat gangguan terkait jaringan internet
  3. Mengecek sensus harian rawat inap yang diisi oleh perawat per ruangan dimenu rekap sensus rawat inap
  4. Menghubungi ruangan perawatan yang masih keliru dalam pengisian untuk segera dilakukan perbaikan
    Inovasi SEHATI merupakan inovasi yang sangat kreatif dan inovatif karena berawal dari masalah mendasar yang
    dihadapi oleh rumah sakit. Proses yang dulunya bersifat manual dirubah menjadi aplikasi dengan memanfaatkan
    teknologi sesuai perkembangan zaman. Inovasi ini menawarkan solusi berbasis 2E yaitu efektif dan efisien. Efektif
    karena mampu memotong mata rantai kinerja yang tidak “smart”. Efisien karena mampu mengurangi jumlah tenaga
    yang bertugas menangani sensus dan mendukung program paper less. Dengan kata lain, adaya inovasi SEHATI
    menjadi bukti bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram mengikuti perkembangan zaman khususnya di era
    4.0 dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Leave a Reply