ERUS PAKEL (PENGOLAHAN ISI RUMEN SAPI SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN LELE)

Sumber pakan untuk budidaya ikan lele pada saat ini merupakan masalah utama, karena 75% pendanaan terserap pada biaya pembelian pakan ikan. Untuk mengatasi persoalan tersebut perlu adanya inovasi yang mampu meminimalisir biaya pengeluaran untuk pembelian pakan ikan. Penyuluh perikanan sudah melakukan uji coba pemanfaatan limbah rumen sapi menjadi pupuk dan hasilnya tanaman menjadi subur. Hal tersebut kemudian menjadi acuan untuk membuat inovasi Erus Pakel yaitu pengolahan isi rumen sebagai pakan lele. Erus pakel merupakan pakan mandiri yang ramah lingkungan karena terbuat dari bahan limbah yang tidak berguna lagi. Inovasi ini akan membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah rumen yang tidak dikelola dengan baik. Rumen adalah makanan sapi yang sudah mengalami penghancuran dan masuk ke lambung sapi tetapi belum mengalami penyerapan gizi dan protein oleh usus sapi. Rumen yang digunakan dalam inovasi erus pakel ini adalah limbah dari RPH yang berasal dari isi usus besar sapi potong yang dibuang ke saluran irigasi dan sudah tidak dimanfaatkan lagi. Bahan berupa Rumen banyak mengandung protein, karbohidrat, mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh ikan herbivora.

Rumah potong hewan atau RPH merupakan unit yang menghasilkan produk berupa daging yang berkualitas, disamping itu juga menghasilkan timbulan berupa sampah isi rumen sapi yangi dibuang ke saluran irigasi tanpa pengelolaan. Isi rumen adalah makanan sapi yang sudah mengalami penghancuran dan masuk ke lambung sapi tetapi belum mengalami penyerapan gizi dan protein oleh usus sapi. Kota Mataram memiliki 2 (dua) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berlokasi di Majeluk dengan kapasitas 15 ekor per hari dan Gubuk Mamben dengan kapasitas 16 ekor per hari. Setelah dihitung dari dua RPH tersebut dalam satu bulan dihasilkan limbah rumen sebanyak 13,950 ton, dimana per hari isi rumen yang dihasilkan 465 kg. Proses pembuatan isi rumen menjadi pakan ikan lele dilakukan secara fermentasi dengan memakan waktu selama 10 hari. Isi rumen yang telah dibersihkan sebanyak 16 kg, dicampur dengan dedak 2 kg, jagung 1 kg, gula pasir 1/2 kilo dan tepung ikan 1 kg. Semua bahan dicampur jadi satu dan tambahkan MA 11 sebanyak 1/4 liter. Diamkan dalam kondisi tertutup selama 10 hari. Setelah 10 hari masa fermentasi, isi rumen siap untuk dicetak sesuai dengan kebutuhan.

Pokok-pokok perubahan:

  1. Limbah rumen sapi dapat dimanfaatkan menjadi pakan ikan lele
  2. Lingkungan RPH menjadi bersih dan sehat
  3. Limbah rumen tidak mencemari lingkungan.
  4. Terciptanya pakan ikan lele dari bahan limbah rumen
  5. Limbah rumen tidak mencemari lingkungan RPH dan saluran air
  6. Lingkungan RPH menjadi bersih dan sehat

Petunjuk Teknis Inovasi Daerah Erus Pakel dapat di download disni

Leave a Reply