EMPAT AKSY (KELOLA SAMPAH TERPADU SKALA KELURAHAN BERBASIS MASYARAKAT)

Kelurahan sebagai ujung tombak wilayah yang berhadapan langsung dengan masyarakat, memiliki berbagai persoalan kompleks yang sedianya harus dihadapi serta mampu melakukan upaya terobosan yang maksimal demi melayani masyarakat dan tentunya berdampak pada terwujudnya program pemerintah. Salah satu potensi persoalan yang ada di Kelurahan adalah persoalan sampah. Sampai dengan saat ini, banyak persoalanĀ sampah yang ditimbulkan akibat tidak terkelolanya sampah dengan baik. Persoalan tersebut antara lain mengakibatkan pencemaran lingkungan baik di darat, sungai, maupun udara. Timbulan sampah bercampur banyak terlihat di selokan, sungai, tanah yang bisa menimbulkan penyakit, bau yang tidak sedap, banjir, rusaknya biota laut dan sungai, pendangkalan sungai dan kumuhnya wilayah dan lain sebagainya. Potensi sampah yang tidak terkelola dengan terpadu akan menimbulkan permasalahan yang mendasar bagi keberlangsungan kehidupan.

Dalam menangani permasalahan tersebut perlu adanya inovasi untuk mengelola persampahan secara komprehensif dengan pelibatan seluruh komponen masyarakat pemerintah dan stakeholder lainnya. Potensi sampah yang seiring dengan kepadatan pertumbuhan penduduk harus segera ditangani, dicarikan solusi agar pola yang dibentuk dapat mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.Adapun penanganan sampah skala kelurahan didasarkan pada EMPAT ASKY yaitu:

  1. Melibatkan partisipasi masyarakat atau pemberdayaan kegiatanya adalah menyiapkan SDM yang potensial sebagai pelaksanaan pengelolaan dan pengelolaan sampah terpadu. Pembentukan kelompok swadaya masyarakat terbagi lima pokja,binmas,bank sampah,anorganik,organik,pengakut sampah,adanya awiq-awiq yang dibuat oleh masyarakat yang sifatnya menghimbau.
  2. Menyiapkan sarana dan prasarana adalah kebijakan penganggaran di TK Kelurahan,Kecematan,Dinas Terkait dalam bentuk lahan,gerobak sampah, motor sampah,gaji pengangkut,tong komposter,bantuan TPS3R transfer depo, alat pengolahan sampah.
  3. Melakukan upaya kerjasama kemitraan dan edukasi secara berkesinambungan dengan melakukan kerjasama bersama dinas Isntansi terkait, Pihak Swasta, Sekolah dan Stakeholder lainnya dalam bentuk sharing program, edukasi pengolahan sampah
  4. Monitoring dan evaluasi dengan peninjauan lapangan dalam bentuk rapat koordinasi dengan KSM, memantau menyelesaikan permasalahan sampah, epelaporan dan koordinasi.

Dukungan keterlibatan stakeholder antara lain,

  1. Pemberdayaan Masyarakat ( KSM, masyarakat, tokoh masyarakat,PKK,karang taruna, dasawisma.
  2. Menyiapkan sarana dan Prasarana ( LH Kota Mataram, DLHK prop NTB, Kelurahan Dasan Cermen)
  3. Menjalin Kemitraan dan Edukasi berkesinambungan ( Dinas LH Kota Mataram,DLHK Prop NTB,Bank Sampah NTB Mandiri, Bintang Sejahtera,Astra KBA, Plan Internasional, Kecematan Sandubaya, Rumah Magot, Satker PU Prop NTB, Dinas Pertanian dan Perternakan Kota Mataram, Mitra Pemasaran).
  4. Monitoring dan Evaluasi ( Dinas LH Kota Mataram,DLHK Prop NTB,Bank Sampah NTB Mandiri, Bintang Sejahtera,Astra KBA, Plan Internasional, Kecematan Sandubaya, Rumah Magot, Satker PU Prop NTB, Dinas Pertanian dan Perternakan Kota Mataram, Mitra Pemasaran).

Dalam melibatkan partisipasi masyarakat (pemberdayaan) adalah dalam jangka waktu 1-2 bulan, menyiapkan sarana dan prasarana dalam jangka waktu 1-3 tahun dan bertahap, melakukan upaya kemitraan dan edukasi berkesinambungan (waktu tentatif) dan monitoring evaluasi selama satu kali sebulan. manfaat yang dihasilkan oleh inovasi ini sangat dirasakan lasngsung oleh masyarakat anatara lain:

a. Dengan adanya pengaturan pengelolaan persampahan lingkungan menjadi bersih, dan pada akhirnya kebersiihan menjadi suatu kebutuhan untuk dilihat dan dirasakan.

b. masyarakat terlayani, sehingga tidak lagi membunagn sampah pada akses saluran manapun dan kelurahan dsan cerman tidak lagi mengalami kebanjiran,kumuh,bau dan layak sebagai wilayah kunjungan.

c. sampah jika diolah dengan baik akan menghasilkan komoditi yang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat contohnya pembuatan keranjang belanja dan bunga plastik, kompos cair dan padat, magot, ada bentuk perputaran atau circulas proses.

Pedoman Teknis Inovasi Daerah EMPAT AKSY dapat di download disini

Leave a Reply