PANGAN BALUNG DENGAN (PEMANFAATAN PEKARANGAN SEBAGAI LUMBUNG SEDEKAH PANGAN)

Sudah menjadi fakta umum bahwa angka kemiskinan di Indonesia mencapai ±20 juta jiwa. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pangan menjadi faktor penting yang menentukan. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kenaikan harga bahan pangan pokok atau sembako. Beras, minyak dan berbagai bahan lain yang masih bisa kita jangkau, ternyata masih mahal bagi ±20 juta rakyat Indonesia.

Kondisi tersebut di atas menuntut kita untuk bisa berinovasi, agar dampak yang di timbulkan dari bencana gempa bumi dan covid 19 dapat diminimalisir. Salah satu inovasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu mensinergikan antara kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan kegiatan Lumbung Sedekah Pangan yang dilakukan di lingkungan Gegutu Barat Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang Kota Mataram NTB. Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga serta disedekahkan ke masyarakat yang tidak mampu.

Permasalahan yang kami hadapi sebagai inovator/relawan sebelum di laksanakan kegiatan pemanfaatan pekarangan sebagai lumbung sedekah pangan yaitu :

1.   Tingkat kemiskinan yang relatif tinggi yang terdapat di lokasi penerapan inovasi di laksanakan ini dapat dilihat dari data jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin yang terdapat di lingkungan Gegutu Barat Kelurahan Rembiga kecamatan Selaparang Kota Mataram sebagaimana data terlampir.

2.   Kasus stunting yang relatif tinggi akibat dari kerawanan pangan yang disebabkan oleh ketersediaan dan ketercukupan pangan dilokasi inovasi sebagaimana data terlampir.

3.   Untuk mengatasinya kami dari Kelompok Tani Pemanfaatan Pekarangan Suli Mekar dan relawan lumbung sedekah

Inovasi yang dilakukan merupakan replikasi dan pengembangan dari program kementrian pertanian melalui Dirjen Ketahanan Pangan yang pada tahun 2019 diberi nama Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) kemudian pada tahun 2020 berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L), referensi tersebut kami peroleh dari petunjuk teknis Pelaksanaan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Inovasi yang kami lakukan merupakan hasil dari pengamatan kemudian kami tiru dan kami modifikasi. Ini dibuktikan dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari yang di cetuskan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan yang memfokuskan pada pemanfaatan pekarangan dengan di Tanami berbagai jenis tanaman sayuran, untuk menjaga ketahanan pangan keluarga Kami tiru kemudian kami modifikasi dengan menambahkan unsur yaitu sedekah pangan. Jadi inovasi ini pada prinsipnya bagaimana mansyarakat miskin terutama mampu memenuhi kebutuhan pangannya sebagian di peroleh melalui melakukan budidaya sendiri di lahan pekarangan dan hasilnya di konsumsi dan sebagian lagi untuk disedekahkan.

Inovasi yang dibuat dikatakan sangat penting karena inovasi ini mampu menjaga ketahanan pangan keluarga skala rumah tangga sehingga mampu mengurangi tingkat kerawanan pangan rawan gizi dan kemiskinan.

Leave a Reply