ALTERNATIF PENGGANTI MEDIA TANAMAN DAN PUPUK HIDROPONIK DARI SAMPAH ORGANIK

Peningkatan jumlah penduduk dewasa ini telah menyebabkan terjadinya peningkatan penggunaan sumber daya alam. Penggunaan sumber daya alam secara intensif secara tidak langsung telah menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah sampah rata-rata setiap tahun yang berasal dari residu sumber daya alam tersebut. Peningkatan jumlah sampah ini pada umumnya berasal dari kegiatan manusia seperti pertanian, peternakan dan industri yang lambat laun jika tidak diatasi dengan baik akan menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan dimasa yang akan datang.

Sampah pada umumnya merupakan salah satu permasalahan yang ada disetiap daerah yang kuantitasnya selalu mengalami peningkatan. Pengelolaan sampah yang baik merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kelestarian lingkungan agar tidak tercemar oleh dan sehat. Pengelolaan sampah yang umum dilakukan dewasa ini belum mampu menyelesaikan masalah sampah secara menyeluruh, bahkan telah mengakibatkan terjadinya pencemaran air, udara dan tanah terutama di tempat pembuangan akhir sampah. Untuk itu diperlukan usaha agar sampah dapat dimanfaatkan kembali untuk kepentingan manusia khususnya pada bidang pertanian.

Hal ini menjadi penting karena penggunaan bahan segar yang berasal langsung dari sisa bahan organik belum mampu sepenuhnya bisa memberikan pengaruh langsung terhadap tanah, namun harus diproses terlebih dahulu agar menjadi bentuk tersedia dalam tanah dan tanaman.

Salah satu sumber sampah organik yang banyak ditemukan adalah sampah organik. Sampah organik umumnya terdiri dari sampah padat seperti sisa sayuran, kulit buah, batang buah, buah busuk, sisa daging atau ikan. Umumnya sampah pasar akan dikumpulkan dan diangkut ke pembuangan akhir tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Peningkatan jumlah sampah pasar ini dari waktu ke waktu selalu mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kebutuhan. Untuk itu dibutuhkan adanya penanganan sampah organik yang lebih baik lagi untuk dapat mengurangi dampak negatif dari keberadaan sampah yang dihasilkan

Banyak metode yang telah diterapkan dalam melakukan pengelolaan sampah, namun pada umumnya belum bisa menyelesaikan permasalahan pengelolaan secara komprehensif. Hal ini disebabkan karena masih adanya pola pikir di sebagian masyarakat yang menganggap bahwa sampah adalah bahan yang tidak memiliki manfaat lagi dan hanya menimbulkan masalah lingkungan. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan metode vermikomposting. Kualitas vermikompos yang dihasilkan akan ditentukan oleh jenis cacing yang dipergunakan dan bahan organik yang diberikan.

Vermikomposting digunakan sebagai salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai solusi dalam manajemen pengelolaan sampah organik. Metode ini merupakan suatu proses biokonversi bahan organik tanpa melibatkan cacing dan dengan melibatkan cacing tanah sebagai pengurai dengan bantuan mikroorganisme mesopilik. Cacing tanah merupakan salah satu hewan pengurai bahan organik penting yang dapat mempengaruhi sifat fisik, kimia dan biologi bahan organik dan tanah melalui proses biogeokimia yang kompleks. Banyak penelitian menunjukkan bahwa cacing tanah dapat digunakan dalam mendekomposisi bahan organik karena kemampuannya dalam mengonsumsi bahan organik yang tinggi dan kotoran cacing tanah tersebut dapat menghasilkan mikroorganisme yang bermanfaat, zat pengatur tumbuh dan enzim-enzim yang dibutuhkan oleh tanaman. 

Hubungan Hidroponik dan Vermikompos

Hidroponik merupakan salah satu penanaman menggunakan air. Sistem penanaman ini merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan lahan pertanian khususnya diperkotaan yang semakin lama semakin berkurang. Penerapan penggunaan hidroponik dibeberapa tempat mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan pertanian khususnya diperkotaan. Hidroponik pada prinsipnya memiliki memanfaatkan unsur hara yang langsung diserap oleh tanaman tanpa melalui proses dekomposisi dan mineralisasi, dimana unsur hara yang tersedia langsung diserap oleh tanam dari pupuk cair yang diberikan. Ada dua hal utama dalam kegiatan hidroponik yaitu pupuk cair dan rockwool untuk tempat tumbuhnya dan berdirinya tanaman.

Berdasarkan konsep umum dari hidroponik diatas. Penggunaan penggunaan vermikompos memiliki konsep yang hampir sama. Dimana berdasarkan penelitian tentang vermikompos, menghasilkan unsur hara yang lebih banyak dan tersedia sehingga langsung dapat digunakan oleh tanaman tanpa melalui proses dekomposisi atau mineralisasi didalam tanah, karena proses tersebut telah terjadi dalam tubuh cacing tanah. Sehingga dengan memanfaatkan bahan organik dari sampah organik dan cacing tanah untuk mendekomposisi bahan organik tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan hidroponik.

Adapun kebaharuan dari inovasi ini adalah mampu menghemat pengeluaran dari kegiatan hidroponik, sehingga akan mampu mengurangi pengeluaran biaya pembelian pupuk organik dan rockwool sebagai media tempat tumbuh. Sehingga secara tidak langsung akan mampu meningkatkan keuntungan dari kegiatan hidroponik.

Inovasi ini penting untuk dibuat karena selain dapat memanfaatkan bahan organik yang semula tidak bermanfaat, mampu mengurangi pengeluaran untuk kegiatan hidroponik dan berkurangnya beban lingkungan dari sampah

Leave a Reply