ARKUR-13 (APLIKASI RAPOR KURIKULUM 2013)

Aplikasi Rapor Kurikulum 2013 (Arkur-13) dirancang sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi guru dalam mengolah hasil penilaian siswa sesuai kurikulum 2013. Aplikasi ini dikembangkan berbasis Microsoft Office Excel yang dipadukan dengan Visual Bacic Aplication (VBA) dan Costum User Interface (Custom UI).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mulai memberlakukan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 berdasarkan Permendikbud No. 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013. Kurikulum ini adalah penyempurnaan dari kurikulum 2006. Salah satu aspek mendasar perubahan kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 adalah bentuk laporan hasil belajar siswa atau lebih dikenal dengan sebutan rapor siswa.

Untuk rapor kurikulum 2006 memiliki bentuk yang sederhana dan ditulis tangan manual. Hanya terdiri dari: (1) Nama Mata Pelajaran, (2) Kriteria Ketuntasan Tiap Mata Pelajaran, (3) Nilai Siswa Tiap Mata Pelajaran, dan (Keterangan). Sedangkan untuk rapor kurikulum 2013, berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang standar penilaian terdapat 4 komponen utama yang harus dibuat, yaitu: (1) nilai sikap spiritual, (2) nilai

sikap sosial, (3) nilai pengetahuan, dan (4) nilai keterampilan. Kemudian untuk nilai pengetahuan dan keterampilan harus diuraikan ke dalam nilai dalam bentuk angka, predikat, dan deskripsi.

Untuk 1 rapor siswa minimal terdapat 148 nilai yang harus diolah menjadi deskripsi kuantitatif dan kualitatif. Belum lagi ditambah dengan deskripsi sikap religius dan sosial. Sehingga rapor kurikulum 2013 bisa berjumlah 4 halaman untuk 1 orang siswa. Lalu bagaimana dengan seorang guru yang mempunyai siswa sampai 40 lebih. Hal ini tentu akan menyulitkan guru dalam membuat rapor siswa jika harus mengolah nilai secara manual.

Di lain sisi, pemberlakukan Kurikulum 2013 tidak disertai dengan disediakannya aplikasi penilaian oleh Kemdikbud RI. Banyaknya nilai yang harus diolah oleh guru dari setiap kompetensi dasar yang diajarkan, ditambah dengan deskripsi dari setiap kompetensi dasar tersebut tentu akan sangat membebani guru jika harus dikerjakan secara manual. Selain itu tidak semua guru memahami rumus-rumus untuk mengolah nilai menggunakan program pengolah nilai seperti rumus menghitung jumlah, rata-rata, rumus logika, dan masih banyak lagi rumus-rumus yang diperlukan untuk mengolah nilai menggunakan perangkat TIK.

Maka hadirnnya Arkur-13 menjadi bagian penting dari inovasi di bidang pendidikan untuk membantu guru dalam mengolah nilai agar rapor siswa yang dibuat menjadi berkualitas.

Leave a Reply