ISAP (INCENERATOR SAMPAH RAMAH ASAP)

Rancang Bangun Inovasi Daerah

Berbagai upaya penanganan dan pengelolaan sampah gencar dilakukan oleh pemerintah mulai dari sosialisasi terkait kegiatan pengurangan dan penanganan sampah, pelatihan pengelolaan sampah, pembentukan komunitas pencinta lingkungan, dan penyediaan kendaraan roda 3 untuk mengangkut sampah di masing-masing lingkungan.

Salah satu metoda alternatif penanganan pengelolaan sampah dengan skala kecil dapat diterapkan di tingkat RT/ LINGKUNGAN, Kelurahan dan Kecamatan dengan pola pembakaran berteknologi (Incinerator Mini). Pada prinsipnya sampah dapat dikelola dengan pembakaran yang ramah lingkungan, meskipun terkadang kita belum bisa menerima teknologi ini, karena masih menganggap biaya mahal dan anggapan sementara masih mempunyai dampak lingkungan. Disini kami mencoba untuk “ Berfikir Global – namum Bertindak Lokal “ artinya kita dapat melihat majunya teknologi tetapi kita dapat melakukan yang ada dihadapan kita, salah satu pilihannya yaitu dengan teknologi pembakar sampah skala kecil atau sedang. Teknologi incinerator ini adalah salah satu alat pemusnah sampah yang dilakukan pembakaran pada suhu tinggi, dan secara terpadu dapat aman bagi lingkungan sehingga pengoperasian nya pun mudah dan aman, karena keluaran emisi yang dihasilkan berwawasan lingkungan dan dapat memenuhi persyaratan dari Kementerian Lingkungan Hidup sesuai dengan Kep.Men LH No.13/ MENLH/3/1995.

Keuntungan dari incinerator mini ini adalah : a) tidak diperlukan lahan besar, b) mudah dalam pengoperasian, c) hemat energi (minyak tanah), d) temperatur tidak terlalu e) tidak terdapat asap sisa pembakaran yang akan mencemari lingkungan, f) tidak bising dan kemasan kompak per unit, h) serta sisa abu dapat dimanfaatkan.

Spesifikasi dari Incinerator dengan kapasitas kecil, sedang dan besar dapat dibuat tergantung dari kebutuhan. Timbulan sampah yang dihasilkan selanjutnya dapat diproses/dibakar pada tungku bakar sesuai kapasitasnya. Abu pembakaran yang terjadi dalam tungku pembakar utama akan terkumpul dalam ruang pengumpul abu, dimana abu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pencampur tanah untuk tanaman Pot “ sedangkan panas yang dihasilkan pembakaran dari ruang bakar dua dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan sampah-sampah basah yang sulit terbakar sebelum di masukan dalam ruang bakar. Tungku Bakar Incenerator ramah asap adalah cara pengelolaan sampah yang melibatkan pembakaran sampah secara tertutup. Sampah dimasukan kedalam tungku bakar dari atas dan dibakar dari lubang bakar. Pembakaran sangat mudah bisa dilakukan ketika hujan atau panas serta menghasilkan asap yang lebih sedikit. Namun tentu asap pembakaran ini menimbulkan polusi udara dan namun rancang bangun, telah dibuat perangkat “penyaring asap” dengan prinsip dengan cara menyuntik asap ke dalam air menggunakan pompa air dari teknik memanfaatkan ruang fakum pada semburan air. Teknik suntk asap ini meniru fenomena yang terjadi di alam dimana ketika selesai hujan udara akan lebih segar dan asap hilang. Setelah melakukan beberapa kali perubahan desain telah ditemukan desain suntik asap yang dapat menyerap partikel asap dan debbu pembakaran sampah. Air sebagai filter akan keruh dengan partikel asap setelah beberapa waktu dilakukan sirkulasi. Air yang mengandung partikel asap ini dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organik untuk tanaman.

Pokok-Pokok Perubahan

Dengan adanya inovasi ini ada sebagian masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah rumah tangga, tumpukan sampah berkurang, mengurangi bau dan volume sampah yang dibuang ke TPS/TPA dapat dikurangi.

Petunjuk Teknis Inovasi Daerah ISAP dapat di download disini

Leave a Reply