KUBACADAH (KUPON MEMBACA BERHADIAH)

Mengelola perpustakaan di SD dengan segala keterbatasan yang ada agar bisa berjalan dengan optimal membutuhkan sebuah solusi sederhana namun harus efektif. Sekolah telah memiliki sarana berupa gedung perpustakaan, buku-buku bacaan termasuk perlengkapan TIK yang dapat digunakan untuk mengelola adminsitrasi perpustakaan.

Setelah semua administrasi perpustakaan dipersiapkan dan siswa siap meminjam buku untuk dibaca, maka selanjutnya adalah diperlukan sebuah sistem untuk memotivasi siswa agar minat membaca buku meningkat. Selain motivasi, diperlukan juga sebuah sistem yang dapat mengontrol dan memastikan keberlangsungan proses peminjaman dan pengembalian maupun kegiatan membaca buku siswa berjalan dengan lancar dan baik.

Pada awalnya kami mencoba memberikan hadiah untuk siswa yang paling banyak membaca buku, namun ternyata teknik ini tidak mampu meningkatkan minat membaca siswa. Terlihat dari sedikitnya jumlah peminjaman buku di perpustakaan. Siswa yang meminjam bukupun tidak terdeteksi apakah benar sudah membaca buku atau hanya sekedar meminjam buku untuk mendapat hadiah.

Selanjutnya fakta yang kami temukan adalah ketika hadiah diberikan kepada siswa yang terbanyak membaca buku ternyata memiliki dampak negatif. Ketika siswa mengetahui temannya sudah membaca buku lebih banyak, maka mereka cenderung tidak meminjam buku lagi karena mereka yakin tidak berkesempatan mendapat hadiah karena temannya sudah membaca buku lebih banyak

Uraian singkat di atas menunjukkan bahwa pokok permasalahan dalam menyukseskan gerakan literasi sekolah melalui pengoptimalan peran perpustakaan sekolah yaitu:

1.  Bagaimana cara untuk memotivasi siswa agar gemar membaca buku?

2.   Bagaimana sistem kontrol untuk memastikan siswa benar-benar membaca buku yang dipinjam?

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, hadirlah sebuah inovasi yang disebut Kubacadah. Kubacadah adalah akronim dari kupon membaca berhadiah. Program ini terinspirasi dari program promosi swalayan menggunakan kupon belanja untuk meningkatkan penjualan. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami, pembeli menjadi lebih tertarik untuk semakin sering berbelanja ketika mendapat kupon belanja. Sebab, pembeli berkesempatan memenangkan hadiah kupon belanja yang diundi berkala.

Dalam prakteknya untuk meningkatkan minat baca siswa persis sama seperti konsep kupon belanja di swalayan tersebut. Setiap kali siswa membaca buku di perpustakaan akan mendapatkan kupon. Dengan mendapat kupon membaca setiap siswa berkesempatan mendapat hadiah pada saat pengundian. Artinya hadiah bukan diberikan untuk siswa yang paling banyak membaca buku saja. Namun semua siswa berkesempatan mendapat hadiah. Hanya saja semakin sering membaca buku, maka semakin banyak mendapat kupon dan semakin besar peluang untuk mendapatkan hadiah.

Kupon yang diperoleh siswa tersebut kemudian diundi berkala, bisa setiap sebulan sekali, tiga bulan sekali, atau tiap akhir semester. Siswa yang beruntung akan mendapatkan hadiah berupa barang seperti alat tulis, tas, piala, piagam penghargaan ataupun uang tunai. Hadiah-hadiah tersebut tidak hanya disediakan oleh sekolah namun juga bersumber dari pihak ketiga yang bekerjasama dengan kami. Pada saat pengundian ini biasanya kami mengundang berbagai pihak sebagai sarana promosi. Beberapa contoh pihak yang pernah hadir antara lain: LAZ DASI NTB, Kantor Bahasa Provinsi NTB, Gramedia, Komunitas Buku Ini Aku Pinjam, Kelompok Gugus SD Narmada Lombok Barat, Dinas Pendidikan Kota Mataram dan masih banyak lagi.

Melalui inovasi program kubacadah ini ternyata tidak hanya memotivasi siswa untuk meminjam buku saja. Namun juga menjadi sistem kontrol untuk memastikan siswa membaca buku yang dipinjam. Sebab setiap siswa meminjam buku mereka wajib mengisi kartu membaca. Kartu membaca ini menjadi syarat wajib ketika mengambil hadiah kupon membaca.

Leave a Reply