PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN KASIH (KARTU DIKSI HARAN)

Sanggar sekolah (sanglah) Diatona Libel’s berdiri tanggal 2 Mei 2003, bertepatan dengan Hardiknas, dan menjadi anggota Paguyuban Sanggar Seni Sekolah (PS3) Kota Mataram. Tujuan dibentuknya sanglah Diatona Libel’s, untuk memberikan ruang mengembangkan kreativitas dan potensi guru dan siswa di bidang bahasa, seni, sastra, dan budaya melalui aktivitas literasi. Beberapa hal yang menjadi latar belakang berdirinya sanggar sekolah Diatona Libel’s SMPN 15 Mataram antara lain: (1) Meningkatkan kompetensi menulis puisi siswa kelas 8 kurikulum 2013 semester ganjil; (2) Mengasah kemampuan menulis puisi siswa untuk ajang FLS2N; (3) Meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB); (4) Meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia di SMPN 15 Mataram dalam menulis kumpulan puisi ber-ISBN; dan (5) Memacu guru Bahasa Indonesia SMPN 15 Mataram untuk menulis puisi sebagai karya inovatif guru.

Melalui sanggar sekolah Diatona Libel’s diharapkan semua persoalan literasi yang menjadi permasalahan selama ini akan teratasi dengan baik melalui inovasi Kasih ( kartu diksi harian). Mekanisme kerja dari inovasi Kasih adalah sebagai berikut:

1) Kasih dibagi pada hari minggu dan dikembalikan pada minggu berikutnya;

2) Setiap diksi yang ditulis di dalam kasih disusun sesuai tema yang telah ditetapkan dan ditempel di kartu domino untuk memudahkan permainan kata dalam penyusunan puisi;

3) Setiap tema mengacu pada tema lomba FLS atau FLS2N baik tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional;

4) Kasih yang telah diisi oleh setiap peserta disusun menjadi sebuah puisi pada minggu kedua setiap bulan;

5) Puisi yang tersusun dari kasih disempurnakan pada minggu ketiga dan keempat pada tiap bulan;

6) Puisi yang telah disusun dan disempurnakan dikirim kepada sastrawan yang bekerja sama dengan sanggar untuk diberi masukan.

Jika dirangkum, maka dalam satu semester masing-masing anggota sanggar menulis puisi sebanyak 4 buah karena pada saat libur anggota sanggar tidak berlatih, tetapi kasih harus terus diisi. Puisi-puisi yang telah terkumpul akan terus diperbarui dan direvisi, sehingga menjadi layak untuk diikutkan dalam ajang sebuah perlombaan

Selain dengan membuat inovasi Kasih, untuk mengatasi permasalahan guru Bahasa Indonesia yang tidak berpengalaman dalam menulis puisi, Dinas Pedidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram sering melaksanakan kegiatan kursus dan pelatihan atau workshop penulisan sastra. Hasil yang diperoleh dari kegiatan kursus dan pelatihan atau workshop tersebut diharapkan dapat membantu guru Bahasa Indonesia untuk lebih bergairah membangun dunia literasi lewat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Leave a Reply