RME (REKAM MEDIS ELEKTRONIK)

Inovasi RME merupakan bagian dari upaya RSUD Kota Mataram dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus sebagai upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan dengan memanfatkan teknologi informasi. Melalui inovasi ini, PPA dapat langsung memberikan pelayanan kepada pasien tanpa harus menunggu dokumen rekam medik diantar oleh petugas rekam medik. PPA tinggal mencari riwayat medis pasien lewat komputer yang sudah tersedia di masing-masing ruangan atau bahkan lewat HP android masing-masing PPA.

RME hanya membutuhkan server dengan ukuran 40 x 60 cm sebagai media penyimpanan data serta ruangan server sekitar 4 x 5 m. Kondisi ini sangat kontras dengan rekam medis berbasis kertas yang membutuhkan 5 ruangan dengan dimensi rata2 10×30 m, serta membutuhkan lemari yang tidak sedikit. Dalam konteks menghindari kebakaran atau bencana lainnya, inovasi ini sudah dilengkapi dengan teknik Auto Backup, dimana semua data akan secara otomatis dicopy ke hardisk eksternal dan server cadangan setiap jam 00.00 untuk kemudian di copy dan disimpan di tempat yang berbeda sehingga jika terjadi bencana, maka data-data tersebut sudah aman.

Inovasi ini berbeda dengan inovasi lainnya, beberapa hal yang membuat inovasi ini unik, antara lain:

a). Dikembangkan secara mandiri oleh SDM internal rumah sakit;

b).  Telah melewati proses customize application yaitu proses penyempurnaan aplikasi sesuai kebutuhan dan keinginan user;

c). Dibuat dengan urutan dan subtansi yang sama persis dengan dokumen rekam medis berbasis kertas sehingga sangat mempermudah user;

d). Mampu bridging dengan output alat-alat kesehatan yang dimiliki RS;

e). Bahasa pemprograman yang digunakan merupakan bahasa pemprograman yang mudah dikembangkan dan di bridgingkan dengan aplikasi lain.

RSUD Kota Mataram merupakan salah satu rumah sakit yang masih menggunakan dokumen rekam medis berbasis kertas dalam proses penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen seperti identitas pasien, hasil pemeriksaan, riwayat pengobatan, serta tindakan lain yang telah diberikan kepada pasien. Dalam perkembangannya, rekam medis berbentuk kertas ini menimbulkan banyak masalah, antara lain:

a). memerlukan ruang penyimpanan yang besar, saat ini telah terdapat 3 ruang penyimpanan untuk berkas aktif dan 2 ruangan untuk berkas inaktif

b). membutuhkan tambahan lemari penyimpanan, kondisi saat ini 1 lemari untuk 1 nomor pun sudah tidak mencukupi sebab semakin hari

c). memerlukan sarana dan prasarana penunjang seperti pendingin ruangan/AC yang harus menyala 24 jam dan mesin vaccum cleaner untuk menyedot debu;

d). berpotensi besar untuk rusak akibat kena air dan ancaman bahaya kebakaran

e). potensi hilang karena kesalahan letak pada saat pengembalian berkas

e). membutuhkan biaya operasional yang tinggi seperti biaya cetak dan lain-lain serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak sedikit berupa tenaga perekam medis bagian filling dan assembling serta transporter.

Selain kelemahan seperti uraian yang telah disampaikan diatas, dalam konteks pelayanan terhadap pasien, masih terdapat beberapa masalah (walaupun persentasenya kecil) yang berkaitan dengan penyediaan dokumen rekam medis dimana pasien telah menunggu untuk diberikan pelayanan akan tetapi berkas rekam medis pasien belum diantar karena hilang atau masih dalam proses pencarian (pencarian berkas agak lama akibat tempat penyimpanan yang over load). Tentu kondisi ini akan berdampak pada kepuasan pasien yang menurun terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.

Mengingat banyaknya masalah yang ditimbulkan, maka RSUD Kota Mataram melakukan inovasi berupa implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang sudah dirintis sejak tahun 2019 sebagai salah satu solusi. Inovasi ini dirintis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dengan melibatkan berbagai stakeholder mulai dari direksi (jajaran manajemen), komite medik, komite keperawatan, Komite Kesehatan lainnya, Kepala Instalasi Gawat Darurat, Kepala Ruangan, serta Tim Teknis SIMRS.

Implementasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi pelayanan kesehatan seperti efisiensi biaya operasional dan sumber daya manusia, memudahkan tenaga administrasi dalam menyediakan informasi kesehatan pasien, mempermudah Professional Pemberi Asuhan (PPA) seperti dokter, perawat dan lain-lain dalam mengakses informasi pasien yang pada akhirnya mempercepat dan mempermudah para Petugas Pemberi Asuhan (PPA) dalam mengambil keputusan klinis seperti penegakan diagnosa, pemberian terapi, menghindari terjadinya reaksi alergi serta duplikasi obat.

Masalah-masalah ini sedikit demi sedikit terpecahkan dengan implementasi RME. Implementasi ini mengakibatkan terjadinya penurunan biaya cetak sekitar 30%, laju penambahan berkas rekam medis dapat dikurangi secara bertahap, tingkat kepadatan lemari penyimpanan juga sudah mulai berkurang, serta kejadian berkas hilang dan atau rusak tidak akan terjadi lagi karena media penyimpanan telah berbentuk elektronik atau digital. Selain itu, komplain pasien yang berkaitan dengan lamanya penyediaan berkas rekam medis menjadi “zero complain”. Begitupun dengan potensi berkas rusak dan atau potensi kebakaran dapat dihindari dengan konsep “Auto Backup” dimana setiap jam 00.00 wita, system akan otomatis menyimpan data ke server cadangan dan hardisk eksternal untuk kemudian dipindahkan ke tempat lain yang dianggap aman oleh tim teknis. Melalui implementasi RME ini juga, PPA tidak akan lagi bergantung pada berkas medis manual. PPA cukup mengakses data pasien lewat berbagai perangkat seperti Personal Computer (PC), laptop ataupun handphone (HP). Terkait monitoring, melalui system ini proses pemantauan kelengkapan pengisian berkas rekam medis yang belum lengkap dapat dilakukan secara real time dimana pun dan kapan pun tanpa harus keliling ke masing-masing unit.

Leave a Reply