STIKER PINTAR ATASI KOMPLIKASI MATERNAL DI ERA PANDEMI

Stiker pintar adalah media yang digunakan untuk mengklasifikasikan pasien ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Ampenan berdasarkan komplikasi maternal dengan pemberian stiker warna yang ditempelkan pada buku KIA. Kode warna merah yang berarti kondisi tidak aman, warna hijau aman dan warna kuning kurang aman. Inovasi ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan, antara lain:

  • Belum optimalnya informasi perawatan kehamilan yang diperoleh oleh pasien dan pendamping.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis kepada 10 orang ibu hamil, waktu temu wicara yang terbatas mengakibatkan ibu hamil kurang mengetahui tentang keadaan dirinya dan tidak ada yang membedakan ibu hamil yang sehat dengan tidak sehat. Hal ini menyebabkan ibu hamil tidak dapat menceritakan kondisi kehamilannya kepada pendamping yang akhirnya peran pendamping kurang terlibat dalam menjaga kehamilan.

  • Adanya kasus maternal di Puskesmas Ampenan pada tahun 2016 sebanyak 117,25%, tahun 2017 mengalami penurunan 109,76 %, dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan 95,87 %. Angka ini tidak baik karena target capaian komplikasi maternal tidak boleh lebih dari 90% (Dikes NTB).
  • Adanya masa pandemi Covid-19 sasaran ibu hamil tidak boleh berkurang, karena akan meningkatkan komplikasi maternal akibat dari kurangnya kontak dengan bidan.
  • Belum optimalnya keterlibatan pendamping menjaga kehamilan dan persalinan.

Berdasarkan wawancara dengan 10 pendamping ibu hamil, 6 diantaranya mengaku terbatas untuk mendapatkan informasi tentang persalinan, karena keterbatasan tatap muka di era pandemi.

Inovasi Stiker Pintar hampir sama dengan salah satu inovasi untuk mencegah komplikasi maternal yaitu “Save Bunda”, yaitu menjemput ibu bersalin ketika ingin bersalin. Keterbatasan inovasi save bunda adalah menunggu komplikasi terjadi barulah akan ditangani. Akan tetapi dengan inovasi “stiker pintar”, komplikasi dapat dicegah sehingga tidak berakhir pada angka kesakitan dan kematian.

Pada dasarnya inovasi ini merupakan solusi dari fakta lapangan yang dihadapi bertahun-tahun. Keunikan inovasi ini antara lain:

a.   Berkurangnya beban kerja bidan

b.   Waktu tunggu pasien tidak lama

c.   Petugas lebih mudah mengunjungi pasien sesuai dengan komplikasi maternal

d. Pasien antusias diperhatikan kondisi kehamilan oleh bidan

d.   Memberi kemudahan kepada pasien untuk mengakses informasi melalui media yang disediakan

e.   Pendamping ibu hamil dan lintas sektor terkait dapat dengan mudah memantau perkembangan ibu hamil

Alur Inovasi Stiker Pintar:

1.     Bidan menerima ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.

2.     Bidan mengisi hasil pemeriksaan dengan mencatat di buku register ibu hamil / kohort dan buku KIA secara lengkap.

3.     Bidan menempelkan ”stiker pintar” berwarna sesuai dengan hasil pemeriksaan.

4.     Bidan menjelaskan hasil pemeriksaan dan memberikan KIE ( komunikasi informasi dan edukasi ) kepada ibu hamil

5.     Bidan menjelaskan fungsi dan penggunaan ”stiker pintar” pada ibu hamil / pendamping:

  • Luring/Tatap muka

Setelah ibu hamil memeriksakan keadaannya, ibu hamil/pendamping mendapatkan edukasi lengkap dari bidan pada saat pertemuan/pemeriksaan di puskesmas

  • Online

Setelah ibu hamil memeriksakan keadaanya di puskesmas, ibu hamil/pendamping mendapatkan edukasi lengkap di puskesmas dan ibu hamil/pendamping dapat berkonsultasi melalui telepon ataupun media sosial dengan mengikuti petunjuk di ”stiker pintar” yang diberikan oleh bidan kapanpun dan dimanapun.

6.     Bidan menjadwalkan kunjungan ulang ke puskesmas agar mengetahui pertumbuhan dan perkembangan serta monitoring hasil edukasi stiker pintar.

Pedoman Teknsi Inovasi Daerah Stiker Pintar dapat di download disini

Leave a Reply