KAMPUNG SAHABAT (KAMPUNG SEHAT BEBAS TBC)

Penanggulangan penyakit menular TBC masih belum maksimal terutama dalam penemuan kasus. Hal ini disebabkan karena masih adanya stigma tentang TBC, pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang TBC masih rendah, sehingga banyak masyarakat yang takut memeriksaan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Data penemuan kasus di Puskesmas Cakranegara pada tahun 2018 hanya 71 kasus atau hanya 31%. Padahal target yang ditetapkan sebesar 224 kasus atau 80%.

Untuk mencapai target tersebut, Puskesmas Cakranegara membuat suatu inovasi dengan melibatkan masyarakat dan lintas sektor terkait. Inovasi ini diberi nama Kampung Sahabat, dengan lokasi berada di lingkungan Tegal Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya. Lokasi ini dipilih karena paling sedikit penemuan kasus TBC. Referensi Kampung Sahabat diambil dari banyak inovasi tentang TBC dari tempat lain misalnya, Kelas TBC, Gebrak Pintu TBC, Kampung Sadar TBC. Namun semua inovasi tersebut hanya mencari suspek berdasarkan laporan dari kader atau masyarakat. Berbeda dengan sistem kerja Kampung Sahabat yang melibatkan semua lapisan masyarakat baik toga-toma, kader, remaja masjid, karang taruna, swasta dan Lembaga Keagamaan dengan sistem kerja melakukan pencarian suspek TBC ke semua rumah dan memeriksa semua orang yang tinggal didalamnya. Semua suspek diperiksa dengan TCM (Tes Cepat Molekuler).

Adapun Alur Kampung Sahabat adalah sebagai berikut:

1.   Perencanaan kampung sahabat mulai dari Lintas program untuk membentuk TIM pembina dengan SK kepala Puskesmas Cakranega.

2.   Koordinasi dan advokasi dengan Lintas Sektoral, Swasta dan LKNU untuk merencanakan sistem kerja dan pembagian Tugas

3.   Lounching kampung sahabat

4.   Penjaringan suspek dengan mendatangi semua rumah di lingkungan

5.   Setiap Suspek yang di curigai diberikan pot sputum untuk diisi dan kemudian diserahkan di TBC center besok paginya.

6.  Setiap suspek diberikan penjelasan tentang TBC dan bahaya TBC bila tidak diobati sehinggapasien bersedia memeriksakan diri. Kemudian dilanjutkan dengan KIE tentang PHBS oleh petugas sanitasi dari Puskesmas Cakranegara.

7.   Penyerahan sputum di TBC center diterima petugas sesuai dengan jadwal piket di TBC center dan setelah dahak diserahkan langsung dikemas untuk diperiksa oleh petugas laboratorium Puskesmas Cakranegara.

8.   Pengobatan dan pengawasan menelan obat sampai tuntas

Leave a Reply